Penbinaan Kompetisi Guru (2)

Penbinaan Kompetisi Guru (Lanjutan) 3. Hakekat Pendidikan a. Pendidikan merupakan proses interaksi manusia yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan subyek didik dengan kewibawaan pendidik. b. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subyek didik menghadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat.
c. Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat. d. Pendidikan berlangsung seumur hidup. e. Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembentukan manusia seutuhnya. 4. Hakekat Subyek Didik a. Subyek didik bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup. b. Subyek didik memiliki potensi, baik fisik maupun psikologis, yang berbeda-beda sehingga masing-masing subyek didik merupakan insan yang unik. c. Subyek didik memerlukan pembinaan individual serta perlakuan yang manusiawi. d. Subyek didik pada dasarnya merupakan insan yang aktif menghadapi lingkungan hidupnya. 5. Hakekat Guru a. Guru merupakan agen pembaharuan. b. Guru berperan sebagai pemimpin dan pendukung nilai-nilai masyarakat. c. Guru sebagai fasilitator memungkinkan terciptanya kondisi yang baik bagi subyek didik untuk belajar. d. Guru bertanggung jawab atas tercapainya hasil belajar subyek didik. e. Pendidik tenaga kependidikan dituntut untuk menjadi contoh dalam pengelolaan proses belajar-mengajar bagi calon guru yang subyek didiknya. f. Guru bertanggung jawab secara profesional untuk terus menerus meningkatkan kemampuannya. g. Guru menjunjung kode etik profesional. 6. Hakekat Belajar Mengajar a. Peristiwa belajar-mengajar terjadi apabila subyek didik secara aktif berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru. b. Proses belajar-mengajar yang efektif memerlukan strategi dan media/teknologi pendidikan yang tepat. c. Program belajar-mengajar dirancang dan dilaksanakan sebagai suatu sistem. d. Proses dan produk belajar perlu memperoleh perhatian seimbang di dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. e. Pembentukan kemampuan profesional memerlukan peng-integrasian fungisional antara teori dan praktek serta materi dan metodologi penyampaiannya. f. Pembentukan kemampuan profesional memerlukan pengalaman lapangan yang bertahap, mulai dari pengenalan medan, latihan ketrampilan terbatas, sampai dengan pelaksanaan dan penghayatan tugas-tugas kependidikan secara utuh dan aktual. g. Kreteria keberhasilan yang utama dalam pendidikan profesional adalah peragaan penguasaan kemampuan. h. Materi pengajaran dan sistem penyampaian selalu berkembang. 7. Hakekat Kelembagaan a. LPTK merupakan lembaga pendidikan profesional yang melaksanakan pendidikan tenaga kependidikan dan pengembangan ilmu dan teknologi kependidikan bagi peningkatan kualitas kehidupan. b. LPTK menyelenggarakan program-program yang releven dengan kebutuhan masyarakat, baik kualitatif maupun kuantitatif. c. LPTK dikelola dalam suatu sistem pembinaan terpadu dalam rangka pengadaan tenaga kependidikan. d. LPTK memiliki mekanisme yang efektif untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat secara terus-menerus. e. Pendidikan Pra-jabatan guru merupakan tanggung jawab bersama antara LPTK

About MTsN Slawi
Sekolah unggul bidang ilmu dan agama

One Response to Penbinaan Kompetisi Guru (2)

  1. Pingback: Artikel Pendidikan « ABDUL SAKUR'S BLOG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: