Portfolio : Alternatif Penilaian Proses dan Hasil

Kemajuan belajar siswa, tidak dapat diukur dengan selembar kertas hasil ulangan (formatif atau sumatif) saja. Tetapi harus diukur secara menyeluruh, yang meliputi penilaian proses dan penilaian hasil belajar.

Begitulah salah satu kritikan yang sering terlontar atas ketidak obyektifan sistem penilaian yang dilakukan dunia pendidikan harusnya dilakukan secara menyeluruh, terus menerus dan meliputi penilaian proses dan hasil.protfolio atas surat, kini dipandang sebagai instrument penilaian berbasis kelas yang mengakomodasi keduanya. Selanjutnya, seiring dengan maraknya sosialisasi KBK, penilaian portfolio mulai diperkenalkan di sekolah-sekolah sebagai alternatif penilaian kompetensi dan hasil belajar siswa.
Istilah prtfolio menurut Sofyan Alam (2001), sebenarnya telah lama digunakan oleh kalangan perupa proresional yang digunakan untuk mempromosikan hasil karya-karyanya. Seorang desainer yang akan melamar pekerjaan kepada biro peiklanan misalnya, maka ia akan menggunakan protfolio sebagai sarana untuk menunjukkan dan mempromosikan karya-karya terbaiknya, dalam bentuk sketsa foto ataupun dalam bentuk uraian dratf tertulis, sehingga kemampuan kreativitasnya dalam kaitannya dengan masalah desain dapat diketahui.
Dalam konteks pendidikan, portfolio didefinisikan oleh Enid Zimmerman sebagai: koleksi tertentu dari karya siswa baik karya proses maupun karya jadi dalam berbagai bidang di mana siswa terlibat dalam melaksanakan penilaian terhadap dirinya sendiri, yakni menilai perkembangan hasil belajarnya” (Sofyan Alam, 2001). Hisyam Zaini (2002) lebih lanjut menjelaskan bahwa penilaian ini sebenarnya merupakan kumpulan file yang berisi tugas-tugas, kerja siswa, hasil karya, kinerja dan nilai tes tertulis siswa; dalam kurun waktu tertentu yang didukung oleh komentar apresiatis guru terhadap tugas-tugas siswa.
Adapun indikator penilaian, tidak hanya berupa angka dan simbol nilai seperti: A, B, C, dan D. Tetapi juga dengan mengikut-sertakan komentar-komentar yang bersifat apresiatif, baik dilakukan oleh guru maupun oleh siswa itu sendir misalnya dengan istilah “sangat memuaskan, memuaskan, cukup, kurang, atau sangat kurang”. Dalam bahasa Inggris sering digunakan istilah “good, very good; well-done, excelent, dan perfect”. Pemberian komentar-komentar seperti ini untuk menunjukkan kekuatan atau kelemahan yang dimiliki siswa sehingga menambah kepercayaan diri (self esteem) siswa untuk lebih termotivasi dalam meningkatkan prestasi belajarnya.
Penerapan di kelas langkah awal dalam penerapan portfolio di kelas, dilakukan dengan memberikan informasi dan orientasi mengenai portfolio yang harus diselesaikan siswa setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran, untuk jangka waktu satu atau dua semester. Informasi ini pun sebaiknya disampaikan pada awal kegaiatan pembelajaran atau pada pertemuan pertama sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman kerja untuk jangka waktu yang telah ditentukan. Informasi hendaknya diwujudkan dalam bentuk uraian tertulis yang dibuat dalam sebuah buku dan dibagikan kepada setiap siswa.
Informasi yang perlu disampaikan dalam buku portfolio ini antara lain: (a) Jadwal yang mencakup uraian tentang waktu pelaksanaan penilaian untuk setiap tugas. (b) Beberapa tugas yang menggambarkan beberapa buah tugas yang harus diwujudkan dalam bentuk karya final oleh siswa. Tiga atau empat buah karya/tugas dianggap cukup dalam satu semester. (c) Soal-soal latihan/ulangan untuk setiap tema/topik/pokok bahasan untuk setiap tugas atau tugas-tugas lain misalnya penulisan laporan hasil observasi dan penelitian. (d) Hasil kerja yang perlu tercakup pada portfolio, antara lain: karya-karya berupa gambar, hasil prakarya, catatan jurnal harian/minggunan/bulanan, dan komentar-komentar siswa mengenai hasil karyanya atau karya temannya, pendapat-pendapatnya tentang keuntungan dan kerugian mempelajari suatu materi pelajaran, atau pandangannya terhadap suatu fenomena yang terjadi di sekitarnya. Guru pun perlu melampirkan contoh catatan jurnal yang dimilikinya, untuk memberikan gambaran yang jelas kepada siswa mengenai catatan jurnal yang dimaksud karena memang belum populer dikalangan siswa.
Pengembangan dari penilaian portfolio ini dilakukan dengan cara menyediakan lembaran kertas kosong berisi instruksi atau tugas yang harus dikerjakan dan dikomentari siswa. Misalnya, siswa diminta untuk mneuliskan materi yang sudah atau yang belum dipahami; menuliskan kiat-kiat yang dilakukan untuk memahami materi; usulan, saran dan kritik untuk siswa lain, atau menuliskan keuntungan dan kerugian yang mungkin diperoleh setelah mempelajari materi tersebut. Dalam konteks ini, penilaian portfolio digunakan untuk meng-asesmen kemampuan dan kecakapan siswa dalam menghubungkan teori-teori dan tugas-tugas kreatif yang berkesinambungan (Hisyam Zaini, 2002). Mungkin siswa pun perlu diminta untuk menuliskan usulan, saran dan kritikan terhadap cara mengajar guru, sehingga dapat dijadikan sebagai masukan bagi guru untuk mengevaluasi diri tentang strategi pembelajaran yang telah dilakukan. Di samping itu, guru secara tidak langsung akan melatih siswa untuk selalu berpikir kritis terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya.

Keunggulan dan Kelemahan
Beberapa keunggulannya dari penilaian portfolio, antara lain: terbukanya peluang bagi guru untuk mengamati siswa dalam berbagai aspek pemahaman, seperti pendapat-pendapatnya, keberanian melontarkan kritik/saran serta obyektifitas dan keadilan siswa dalam menilai dirinya serta menilai siswa lain. Sementara, metode penilaian ini juga membuka peluang bagi siswa untuk menunjukan prestasi terbaiknya, sehingga dapat dinilai secara lebih dalam dan komprehensif.
Paulson dan Meyer (Sofyan Alam, 2001) secara terinci menunjukkan keunggulan metode penilaian ini adalah: mengembangkan refleksi diri siswa, mendorong siswa untuk menilai dirinya sendiri, siswa akan memiliki kebiasaan dan kemampuanuntuk menyatakan dirinya dalam bentuk komentar lisan dan catatan jurnal. Selain itu, bagi guru pun penilaian ini dapat digunakan untuk mengkomunikasikan tujuan, isi, standar, dan penilaian belajar, memberi peluang terjadinya perubahan isi pelajaran selama kegiatan berlangsung; dan memungkinkan penilaian yang komprehensif terhadap siswa.
Sebaliknya, kelemahan metode penilaian portfolio ini kaitannya dengan kondisi siswa adalah adanya tuntutan yang mungkin sulit dipenuhi oleh setiap siswa. Pada penilaian portfolio, siswa diharapkan berperan aktif dalam memberikan komentar lisan/tulisan tentang hasil prestasinya dan prestasi siswa yang lain. Kesulitan bisa timbul bila siswa tidak terbiasa “berbicara” atau mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Bagi siswa yang kurang memiliki ketrampilan membuat catatan jurnal mengenai hasil prestasi belajar yang diciptakannya, maka akan kesulitan dalam menyiapkan portfolio yang komprehensif yang pada gilirannya akan menghambat guru dalam memahami secara seksama mengenai diri siswa dan perkembangan kemampuan siswa.
Metode penilaian portfolio hanya dapat terlaksana dengan baik bila: (1) guru mempunyai pemahaman yang baik mengenai filosofi penilaian portfolio dan memiliki kepekaan terhadap kulaitas penilaian; (2) siswa memiliki kebiasaan dan kemampuan untuk menyatakan dirinya dalam bentuk komentar lisan dan catatan jurnal (melalui presentasi); (3) tersedianya eaktu yang cukup; serta (4) fasilitas pendukung khususnya dalam memperlancar presentasi siswa serta dalam mengamankan karya portfolio siswa.

About these ads

About MTsN Slawi
Sekolah unggul bidang ilmu dan agama

One Response to Portfolio : Alternatif Penilaian Proses dan Hasil

  1. Pingback: Artikel Pendidikan « ABDUL SAKUR'S BLOG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers