CAI, Inovasi dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran

CAIComputer Assisted Intruction (CAI) atau juga dikenal dengan Pembelajaran dengan Berbantuan Komputer, kini menjadi trend baru bagi kalangan guru sebagai imbas dari sertifikasi. Memang sudah selayaknya sebagian kecil dari dana sertifikasi yang kita terima, digunakan untuk professional development bagi kita. Bagaimana dengan anda???

A. Pendahuluan
Di penghujung abad ke duapuluh ini, seluruh dunia mengalami banyak
perubahan dalam berbagai segi kehidupan, baik pada tingkat nasional, regional maupun global. Di bidang ekonomi misalnya, semakin banyak orang yang berbicara mengenai globalisasi perekonomian yang ditandai dengan interpedensi antara berbagai negara, baik antara negara-negara industri yang sudah maju dan negara berkembang. Di bidang politik, terjadi perubahan yang cukup drastis dan fondamental yang di tandai dengan berubahnya sistem pemerintahan sentralistik menuju desentralistik, hal ini menyebabkan perubahan sistem pemerintahan yang menekankan pada pemberian hak dan wewenang yang lebih besar pada kemampuan daerah. Di bidang teknologi dan informasi terjadi perkembangan yang cukup pesat dan berpengaruh langsung pada dunia pendidikan khususnya pengetahuan dan aplikasi komputer dalam pembelajaran, bidang penyelesaian administratif dan pendataan maupun dalam pengambilan keputusan.

Dalam memasuki abad pengetahuan dan industri ini Triling dan Hood
(1999) membuat daftar perbandingan karakterestik umum model pembelajaran abad pengetahuan dan abad industri. Perbandingan ini merefleksikan pandangan teknologi pendidikan, terutama antara pandangan modern dan pandangan transformatif. Dari perbandingan itu ia menyebutkan anrata lain: (1) adanya pergeseran paradigma pembelajaran telah terjadi dalam praktek kependidikan yaitu sistem pembelajaran dengan fakta, drill dan prakatek, hukum dan prosedur
mengarah pada sistem pembelajaran dalam dunia nyata (konstektual learning), otentik melalui probling solving, inkuiri maupun descovery, (2) sulitnya merubah paradigma pemikiran yang mengkonsepsikan pembelajaran penyerapan fakta, dimana pembelajaran dilakukan secara drill, recitasi dan semacam pemberian tugas lainnya, (3) kemajuan teknologi komuniksasi dan informasi adalah katalis penting untuk mengetrapkan sistem pembelajaran yang lebih baik dalam abad
pengetahuan dan industri ini, (4) paradigma baru dalam pembelajaran menjadikan sebuah tantangan bagi pengembangan profesional guru baik dilakukan secara preservice maupun inservice, dalam beberapa hal redifinisi profesi pembelajaran, maka peranan (role) guru memainkan peranan sangat penting dalam konteks pembelajaran di kelas. Pada kenyataannya tidak semua guru betul-betul mahir dalam menguasai komputer sebagai salah satu alat teknologi dalam pembelajaran yang saat ini sering menjadi pembicaraaan ditengah-tengah komunitas para
pendidik.

B. Pentingnya Pembelajaran Berbasis Teknologi.
Peningkatan mutu pembelajaran baik peningkatan mutu masukan (input,
intake), proses, dan hasil relatif rumit, sulit dan tidak mudah. Kerumitan dan ketidak mudahan itu disebabkan banyak faktor yang mempengaruhinya secara signifikan atau cukup signifikan. Faktor-faktor tersebut dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan mutu pembelajaran baik dilihat dari sisi masukan siswa, guru, proses pembelajaran, sistem manajemen, stakeholder, fasilitas pembelajaran yang tersedia maupun sistem penilaian yang digunakan.

Salah satu upaya mengatasi kerumitan itu pada proses pembelajaran maka pendekatan teknologi adalah salah satu solusi untuk mengatasi kejenuhan sistem pembelajaran selama ini yang dilakukan secara penyampaian “tradisional and transformation”. Ada tiga tantangan yang harus dihadapi jika akan menerapkan pendekatan teknologi antara lain: (1) pendidikan teknologi dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk melayani peserta didik yang dilandasi dengan norma-norma agama, etika dan moral bangsa, kita harus memikirkan bagaimana teknologi itu
dapat memenuhi harapan orang tua, peserta didik dengan program teknologi yang kongkret, nyata, bermanfaat dan dekat dengan kehidupan mereka, (2) lingkungan harus mendukung untuk menciptakan pendidikan terbaik. Pendidikan berbasis teknologi memberikan peluang bagi peserta didik agar melakukan akivitas dengan menerapkan pengetahuan untuk memecahkan maslah-masalah praktis dan
teknologis, dan (3) membangun dukungan semua stakeholder sekolah yang kuat tentang pentingnya pendidikan teknologi sebagai bagian bangunan pendidikan (Herchbach, 1999). Oleh sebab itu, Householder (1999) mengatakan bahwa pendidikan tekknologi harus: (1) memperluas landasan intelektual yang melatar belakangi desain, manufuktur, konstruksi, komunikasi, transportasi, enginereing
dan arsitektur yang memenuhi ruang teknik pengendalian alam dan dunia buatan manusia, (2) menjelaskan secara detail praktek dan body of teknological knowlegde agar mudah dikenali dan difahami sebagi basis sumber perencanaan pembelajaran, (3) menyusun strategi kurikulum yang komprehensif dan unik dengan mengentegrasikan praktik dan pengetahuan dengan pemahaman konterporer cara-cara belajar memperoleh pengetahuan dan ketrampilan, (4) mengekplorasi perbedaan individual dan kelompok, sehingga program yang tepat
mungkin didesain secara integral dengan kerangka kultural dan indivudual mereka, dan (5) mengkaji konstribusi studi di bidang teknologi di dalam dan di atas masyarakat kontemporer dengan visi yang jelas dan kritis untuk mencapai kualitas generasi di masa depan. Berdasarkan kedua pandangan diatas prospek masa depan pendidikan berbasis teknologi memunculkan orientasi yang cukup kuat dan jelas bagi pengembangan peserta didik dimasa yang akan datang.

C. Strategi Pembelajaran Berbasis Computer Assisted Instruction (CAI).
Keberhasilan peningkatan mutu hasil belajar disamping karena pengaruh
intake siswa, kemampuan dana, tersedianya fasilitas belajar yang memadai dan dukungan yang bersifat ekternal, tidak kalah urgennya karena pengaruh proses pembelajaran itu sendiri, hal ini tentunnya karena tepat tidaknya strategi pembelajaran yang digunakan. Strategi pembelajaran yang oleh Reigeluth (1983) dinamakan dengan strategi penyampaian. Gagne dan Briggs (1988) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran meliputi sembilan urutan kegiatan antara lain: (1) memberikan motivasi, (2) menjelaskan tujuan pembelajaran, (3)
mengingatkan kompetensi pra syarat, (4) memberikan stimulus, (5) memberikan petunjuk belajar, (6) menimbulkan penampilan warga belajar, (7) memberikan umpan balik, dan (9) menyimpulkan hasil yang dicapai. Demikian juga Reigeluth mengemukakan strategi pembelajaran mencakut tiga kegiatan yaitu: (1) strategi pengorganisasian, (2) strategi penyampaian, dan (3) strategi pengelolaan.
Berdasarkan pendapat para akhli tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu prosedur kegiatan yang tersusun secara sistimatis dalam mengkomunikasikan materi pelajaran kepada peserta didik agar mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Dengan demikian strategi pembelajaran mencakup beberata kegiatan meliputi: urutan kegiatan pembelajaran yaitu pra pembelajaran, penyampaian informasi, kegiatan penutup, (2) memilih dan menetapkan metode yang akan digunakan, (3) menentukan media pembelajaran yang sesuai. Strategi ini berisi tentang bagaimana memanfaatkan media/alat yang digunakan dalam proses pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa pemilihan media yang cocok dengan meteri pembelajaran merupakan yang penting. Saat ini dengan menjamurnya komputer dengan menyediakan berbagai macam software computer
yang bisa kita jumpai di toko-toko buku, misalnya software mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia dan Ilmu Pengetahuan Sosial lainnya dalam bentuk Computer Assisted Intruction (CAI) atau juga dikenal dengan “Pembelajaran dengan Berbantuan Komputer” Komputer selama ini mungkin masih dominan dipakai dalam perkantoran, tetapi komputer dalam dunia pendidikan juga bisa dirancang, dan dimamfaatkan sebagai media pembelajaran yang terintegrasi dengan paket-paket pembelajaran tersebut. Kemampuan komputer yang perlu diperhatikan ialah bahwa komputer bermanfaat untuk: (1) menyinpan data dalam jumlah besar, (2) menghitung
dengan cepat dan tepat, (3) melakukan pekerjaan berulang-ulang kali, (4) menampilkan bentuk grafik, bagan, gambar yang dipandu dengan data numerik, atau dengan proses logika, dan sebagainya, (5) bekerja dengan komputer dapat mengakses data , pengetahuan, materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan kapan saja dan dimana saja, dan (6) berhubungan dengan dunia maya artinya kita bisa mengadakan kontak langsung dengan negara-negara lain atau siapapun di
belahan dunia ini dengan bantuan komputer pada semua kepentingan, dan (7) dapat menampilkan kembali data, informasi yang telah direkam dalam waktu sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pendidik.
Memperhatikan berbagai tantangan program pembelajaran di sekolah, jelas CAI dapat dirancang dan dimamfaatkan dalam pembelajaran. Pendekatan Computer Assisted Instruction dapat berbentuk antara lain: (1) bentuk belajar model yaitu peserta didik dapat belajar melalui latihan-latihan yang diulang-ulang, sehingga peserta didik dapat merubah dan meningkatkan kemampuan, ketrampilan tertentu, contohnya pelajaran praktikum, ketrampilan, (2) bentuk belajar simulasi yaitu bentuk belajar peniruan kenyataan yang diabtraksi dan dapat
dilihat secara nyata melalui layar monitor, misalnya pada permainan olah raga dan ketrampilan, (3) bentuk belajar permainan dimana peserta didik dilibatkan dalam operasi mental dalam bentuk permainan, misalnya pelajaran olah raga permainan, sosiodrama dalam pelajaran Bahasa Indonesia, sosiologi, (4) bentuk pembelajaran tutorial yaitu bentuk belajar yang diberikan dengan sistem modul, komputer akan
menampilkan informasi-informasi baru yang perlu diketahui dan difahami serta direspon oleh peserta didik, (5) bentuk pembelajaran jenis tes, dalam hal ini peserta didik menyampaikan apa yang sudah dikuasai dan yang belum dikuasai, sehingga ada unpan balik dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.

Dengan demikian maka Computer Assisted Instruction (CAI) dalam proses pembelajaran sebagai alat bantu bagi guru dalam menyampaikan materi ajar kepada peserta didik. Guru maupun siswa dapat berperan central dalam mengoperasikan komputer tersebut, ini berarti bahwa penggunaan CAI perlu direncanakan secara matang, baik menyangkut bahan ajar, waktu yang diperlukan, kompetensi yang akan dicapai, sarana pendukung lainnya sehingga peserta didik dapat berinteraksi aktif secara langsung dengan komputer yang disediakan atau
dengan cara menjawab pertanyaan yang ditampilkan oleh komputer ataupun menyampaikan pertanyaan atau untuk memperoleh penjelasan yang lebih mendalam dari komputer, sehingga terjadi interaksi dialog yang komunikatif timbal balik antara peserta didik dengan komputer. Dalam merancang dan memilih CAI yang baik dan efektif perlu dipikirkan tujuan pemanfaatannya, keterkaitan dengan kurikulum, maupun kompetensi yang akan dicapai.

Secara eksternal dapat pula dilakukan diluar jam pelajaran memalui e-mail masing-masing baik dalam strategi menyampaikan materi ajar, menyampaikan pertanyaan, maupun menjawab pertanyaan melalui e-mailnya. Kegiatan seperti ini akan lebih mempercepat proses penyampaian pembelajaran. Tentunya untuk dapat memenuhi harapan strategi pembelajaran model seperti ini memerlukan sarana prasarana yang memadai. Dari awal mereka harus belajar apa itu internet, web
site, e-mail, mailing list dan passwordnya sendiri, disamping itu tentunya sekolah harus menyediakan dana yang tidak sedikit untuk mewujudkan harapannya, dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas.

Strategi pembelajaran macam ini akan merubah paradigma hubungan guru dengan peserta didik, dari hubungan yang besifat antara penguasa dengan yang dikuasai (murid) menjadi hubungan yang lebih komunikatif, intim dan lebih akrab. Perubahan yang terbesar dalam sistem ini terjadinya hubungan persahabatan, dimana guru dan siswa lebih banyak berintegrasi, berkomunikasi dan sangat menghormati upaya yang dilakukan siswa. Guru tidak lagi berlindung di balik pengetahuannya yang melebihi siswa, karena siswa dapat memperoleh pengetahuannya sendiri dari dunia maya yang dikenali. Materi pembelajaran tidak lagi bersumber pada guru, karena siswa dapat mengakses pengetahuannya dari sumber yang berbeda-beda. Dari hubungan yang lebih terbuka ini akan lebih menumbuhkan motivasi siswa untuk terus mencari pengetahuan yang dia inginkan dimana guru dan siswa berada “dalam hubungan dua personal yang secara setara”, pendidik dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas yang integral, yang terpadu dengan kepribadian yang kokoh dan kemampuan profesionalnya.
Dengan integritas kepribadian yang kuat dan dibarengi dengan sikap
penampilan yang meyakinkan serta didukung dengan kemampuan profesionalnya akan menumbuhkan dorongan belajar siswa yang lebih kuat untuk terus mencari jati dirinya, belajar yang berkelanjutan.

D. Penutup/kesimpulan
Memperhatikan karaktristik pembelajaran berbasis komputer, dukungan
teoritik maupun riil dilapangan, maka model ini menjadi well-estabilited dalam sistem pendidikan kita. Model pembelajaran berbasis komputer adalah penggerak dan unggul untuk membantu siswa belajar melakukan tugas-tugas secara mandiri maupun secara kelompok, menggunakan sumber-sumber dari dunia maya maupun lokal dalam menambah wawasan berpikir siswa. Pembelajaran dengan sistem berbantuan komputer efektif dan menguntungkan sebagai model pembelajaran yang dilakukan guru.

About these ads

About MTsN Slawi
Sekolah unggul bidang ilmu dan agama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers

%d bloggers like this: